Obat pengencer darah

Obat pengencer darah

Darah merupakan komponen tubuh yang sangat penting. Darah membawa nutrisi dan oksigen ke dalam tubuh, nutrisi dan oksigen tersebut membuat manusia tetap hidup. Apabila aliran darah terhenti terutama ke daerah- daerah yang vital, maka akan terjadi pembusukan dan kematian organ tubuh, dan apabila telah terjadi kematian di batang otak, maka kematian biologis akan segera terjadi.

Obat pengencer darah
Obat pengencer darah

Bekuan darah atau dikenal juga sebagai thrombus arteri akan terbentuk pada tubuh manusia yang memiliki beberapa faktor risiko berikut:

  1. Penyakit jantung, termasuk fibrilasi atrium, dan gangguan ritme jantung
  2. Merokok
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Diabetes
  5. Trauma atau luka pada bagian tubuh tertentu

Aliran darah melalui pembuluh darah (arteri dan vena) akan mengaliri seluruh bagian tubuh dan aliran darah tersebut dikontrol oleh suatu organ yang bertugas memompa darah yaitu jantung. Proses pembentukan bekuan darah merupakan mekanisme fisiologis (normal) untuk membantu tubuh memperbaiki komponen darah yang rusak.

Komponen darah terdiri dari:

  • Sel darah merah yang mengandung hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke sel- sel tubuh, dan mengeluarkan karbon dioksida yang merupakan hasil dari proses metabolisme
  • Sel darah putih, sel darah putih merupakan komponen darah yang berfungsi untuk memerangi benda asing termasuk mikroorganisme sehingga mencegah terjadinya penyakit infeksi.
  • Trombosit atau keping darah yang berfungsi membantu proses pembekuan darah
  • Plasma darah, merupakan komponen darah terbanyak yang memiliki konsistensi cair, mengandung zat-zat penting untuk mempertahankan fungsi tubuh

Untuk mengencerkan darah diperlukan obat khusus pengencer darah. Yang dimaksud dengan obat pengencer darah adalah obat yang berfungsi mengencerkan darah yang membeku untuk mencegah terjadinya penyumbatan aliran darah di arteri maupun vena, sehingga dapat mencegah terjadinya efek yang fatal apabila terjadi masalah dalam suplai nutrisi maupun oksigen ke organ tubuh. Istilah dalam dunia kedokteran yang menyebutkan obat pengencer darah disebut sebagai antikoagulan.

Berikut beberapa obat yang dapat dikonsumsi untuk mengencerkan darah:

  1. warfarin

warfarin merupakan obat yang sering diresepkan oleh dokter untuk mencegah pembekuan darah (contohnya pada pasien dengan diagnosis penyakit emboli paru). Warfarin juga merupakan salah satu yang diresepkan oleh dokter untuk mencegah pembekuan darah bagi pasien yang mengalami operasi jantung.

Namun perlu diingat bahwa mengonsumsi obat warfarin harus dengan resep dokter. Dosis yang biasa diresepkan hanya 10 mg per hari dan hanya diminum selama dua hari sebagai pemberian dosis awal.

  1. Heparin

Heparin merupakan salah satu anti koagulan yang dapat mencegah terjadinya pembekuan darah yang meluas. Hepari bekerja tidak dengan menghancurkan bekuan darah, namun heparin hanya bekerja untuk dapat mencegah pembentukan bekuan darah menjadi semakin parah. Sama hal nya seperti warfarin, obat ini hanya boleh dikonsumsi atas resep dari dokter karena dosis yang diberikan harus sesuai dengan kondisi pasien.

Komplikasi dari pembentukan bekuan darah yang dapat dicegah diantaranya adalah emboli paru, trombosis vena, pembentukan bekuan akibat transfusi darah, operasi jantung, dan dialisis, serta komplikasi yang dapat terjadi setelah serangan jantung.

Selain obat yang telah disebutkan di atas, beberapa cara alami dapat dilakukan untuk mengencerkan darah :

Beberapa jurnal di luar negeri menjelaskan bahwa pencegahan adalah hal yang paling utama, maka dari itu pencegahan dapat dimulai dengan cara menghindari makanan yang rentan menyebabkan terjadinya inflamasi yaitu roti putih, kue – kue, kukis, dan beberapa makanan dengan kandungan minyak jenuh yang tinggi. Namun dianjurkan untuk mengonsumsi beberapa bahan alami yaitu:
1. Temulawak

Di dalam temulawak, terdapat zat aktif yang biasa disebut kurkumin, kurkumin dapat bekerja pada trombosit/ keping darah atau biasa disebut platelet untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Zat aktif tersebut juga dapat mengobati rasa nyeri akibat proses pembentukan bekuan tersebut. Studi pada tahun 2012 juga membuktikan bahwa zat polifenol yang terkandung dalam temulawak juga sangat membantu dalam mencegah meluasnya pembentukan bekuan darah (thrombus).

  1. Bawang putih

Bawang putih telah dipercayai oleh masyarakat luas baik sebagai rempah yang dapat mencegah maupun mengobati penyakit jantung, penyakit metabolik, termasuk pembekuan darah. Studi publikasi yang ditulis oleh salah satu jurnal kedokteran menyatakan bahwa bawang putih meningkatkan durasi waktu terjadi pembekuan darah (darah menjadi sukar membeku) dan meningkatkan aktifitas fibrinolitik (proses pengenceran darah) yang menjadi penting dalam proses pengobatan pembekuan darah.

  1. Mengonsumsi bahan makanan sumber vitamin E

Vitamin  E dipercaya dapat berperan sebagai anti koaguan yang dapat membantu melawan penyakit jantung iskemik dan stroke.Vitamin E sangat baik untuk dikonsumsi dalam mencegah tekanan darah tinggi, nyeri dada, dan pengerasan pembuluh darah.

Untuk meningkatkan jumlah vitamin E di dalam tubuh, dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi 2 – 3 dari makanan yang kaya akan vitamin E setiap hari, seperti: kacang almond, alpukat, brokoli, tomat, bayam, hazelnut, mangga, buah kiwi, dan biji bunga matahari (kuaci).Selain berupaya dalam mengobati pembekuan darah dengan cara mengencerkan darah, proses mencegah terjadinya pembekuan darah merupakan salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan.

Lakukanlah berbagai hal berikut untuk mencegah terbentuknya bekuan darah:

  1. Gunakan pakaian yang longgar, gunakan kaus kaki sampai pakaian dalam yang longgar.
  2. naikkan kaki agar posisinya lebih tinggi dari jantung
  3. lakukan aktivitas fisik yang cukup setiap hari
  4. apabila sedang dalam perjalanan yang jauh, sebisa mungkin ubahlah posisi tubuh secara berkala
  5. hindari duduk atau berdiri selama lebih dari 1 jam tanpa istirahat.
  6. Hindari mengonsumsi garam terlalu banyak
  7. Hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat sehingga dapat menyakiti atau membuat kaki menjadi keram
  8. Tidur lah dengan posisi kepala lebih tinggi, letakkan batal di bawah kepala untuk memberikan rasa nyaman
  9. Lakukan pola hidup sehat. Makanan yang bernutrisi ditambah dengan kebiasaan melakukan aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk membantu mengurangi risiko terjadinya pembentukan bekuan darah. Penting untuk menjauhkan diri dari konsumsi alkohol, rokok,dan mencegah diri dari menjadi perokok pasif maupun akif

Apabila bekuan darah terjadi berlebihan, bekuan darah tersebut akan memungkinkan timbulnya komplikasi penyakit seperti di bawah ini:

  1. Emboli paru

Emboli paru merupakan penyakit yang dapat terjadi karena berkurangnya jumlah oksigen di dalam darah sehingga terjadi kerusakan pada paru, jantung, dan organ lainnya

  1. Gagal ginjal
  2. Komplikasi pada kehamilan

Bekuan darah yang terjadi pada wanita yang sedang hamil biasanya muncul pada vena di tulang panggul atau ekstremitas bawah. Komplikasi yang dapat terjadi diantaranya adalah keguguran, bayi lahir prematur, bahkan kematian ibu.

  1. DVT (Deep Vein Thrombosis)

DVT terjadi ketika terbentuknya bekuan pada vena bagian dalam lengan tagan atau kaki. Gejala dapat ditimbulkan pada lokasi tersebut atau bisa terjadi komplikasi yang serius karena bekuan dapat menghambat aliran darah ke paru – paru.