Obat bisul alami paling ampuh

Bisul adalah sebutan masyarakat awam untuk istilah medis berupa furunkel, yaitu infeksi kulit (epidermis, dermis, dan subkutis) yang disebabkan oleh bakteri gram positif dari golongan stafilokokus dan streptokokus.

Obat bisul alami paling ampuh

Obat bisul alami paling ampuh
Obat bisul alami paling ampuh

Insiden penyakit ini dilaporkan berhubungan erat dengan keadaan sosial ekonomi, kebersihan, dan penyebarannya melalui kontak langsung dengan agen penyebab. Keluhan yang biasa muncul pada orang yang memiliki bisul adalah sebagai berikut:

  1. pasien mengeluh adanya bintil kecil yang gatal, dapat berisi cairan atau nanah dengan dasar dan pinggiran sekitarnya berwarna kemerahan. Keluhan ini kemudian meluas menjadi bengkak disertai dengan rasa nyeri
  2. bintil kemudian pecah dan menjadi kerompeng/ koreng yang mengering, keras, dan sangat lengket.

Berikut faktor risiko terjadinya bisul:

  1. orang- orang dengan kondisi higiene yang kurang baik
  2. defisiensi gizi
  3. imunodefisiensi (CD4 dan CD8 rendah).

Cara alami yang dpat digunakan untuk mengobati bisul:

  • Diet seimbang yang terdiri dari sayur – sayuran, padi- padian, serat, dan buah – buahan.
  • Minum setidaknya 6- 8 gelas sehari air putih
  • Untuk meredakan nyeri dan bengkak, tempelkan kain yang telah dibasahi dengan air hangat untuk membantu melunakkan konsistensi bisul.
  • Terkadang bisul dapat mengering dengan sendirinya, apabila bisul telah mengering, tutup area kulit yang ditumbuhi bisul dengan menggunakan kasa, ganti kasa atau kain yang digunakan setiap hari, dan cegah kemungkinan infeksi dapat menyebar ke berbagai tempat lainnya. Yang paling utama adalah selalu menjaga kebersihan
  • Pengolesan madu juga dapat dijadikan salah satu pilihan sebagai anti radang pada bisul.
  • Tanaman herbal seperti lidah buaya dapat digunakan sebagai antibiotik alami yang dapat digunakan sehari-hari.

Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengobatan bisul di rumah

  • Jangan memencet, menggesek- gesekkan, mengeringkan, atau menusuk- nusuk bisul agar pecah karena hal tersebut dapat memicu terjadinya infeksi yang lebih dalam pada kulit.
  • Cuci area kulit yang ditumbuhi bisul dengan sabun yang tidak mengandung zat- zat kimia berat dan berbahaya, cuci sebanyak dua kali sehari, keringkan.
  • Kompres bisul menggunakan kain basah selama sekitar 20 – 30 menit, lakukan sebanyak 3 – 4 kali sehari. Lakukan hal ini secepat mungkin setelah mengetahui adanya tanda- tanda munculnya bisul. Rasa hangat dan lembab dapat membantu bisul agar segera terbuka dan mengering, namun bisul baru akan mengering setelah 5 – 7 hari.
  • Tetap lakukan kompres hangat selama 3 hari setelah bisul terbuka. Tutup menggunakan kain, bandage, atau kasa sehingga nanah ataupun cairan yang terdapat di dalam bisul tidak menyebar, lakukan pergantian penutup bisul setiap hari.
  • Apabila bisul mengering dengan sendirinya, biarkan dan tetap lakukan pembersihan sebanyak dua kali sehari dengan sabun dan air bersih.
  • Untuk mencegah penyebaran infeksi, jangan berbagi handuk ataupun pakaian dengan orang lain yang belum diketahui tingkat kebersihan pada diri orang tersebut.
  • Kurangi mengonsumsi gula. Pengaturan jenis makanan dapat sangat berpengaruh dalam pembentukan dan penyembuhan bisul. Mengurangi konsumsi gula pada makanan dan minuman dapat mencegah munculnya bisul. Penting diketahui bahwa penyakit ini mengenai orang dengan konsumsi gula yang banyak setiap harinya. Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan memang terkait dengan beberapa masalah kesehatan yang serius.
  • Perhatikan cara merawat luka. Untuk mencegah munculnya bisul, penting untuk selalu membersihkan setiap kulit yang dalam kondisi terbuka walaupun ukurannya sangat kecil seperti luka goresan. Sekecil apapun kulit yang terbuka akibat adanya luka, hal tersebut dapat memungkinkan bakteri untuk hinggap dan masuk melalui jalur kulit yang terbuka tersebut. Khususnya apabila terpaksa harus melakukan kontak dengan seseorang yang memiliki bisul, pastikan bahwa bagian tubuh yang terkena kontak telah dicuci bersih dan sebisa mungkin mengindari kontak bisul yang dapat bersifat sangat infeksius.

Tumbuhnya bisul bukan lagi menjadi hal yang sederhana apabila terdapat tanda-tanda sebagai berikut: (artinya anda harus segera memeriksakan diri ke dokter)

  • Bisul tumbuh di sekitar wajah, di dekat tulang spina atau punggung, ataupun di dekat anus
  • Ukuran bisul semakin membesar
  • Terdapat bongkahan atau gumpalan- gumpalan lain yang tumbuh di dekat bisul, dan terasa sakit.
  • Nyeri hebat
  • Demam
  • Daerah di sekitar bisul berwarna merah atau memiliki goresan berwarna merah
  • Pasien dengan diabetes dan ditumbuhi bisul
  • Cukup waspada ketika memiliki bisul dengan ukuran sebesar bola ping pong.
  • Bisul tidak mengalami perbaikan setelah 5 – 7 hari melakukan upaya pengobatan di rumah.
  • Nyeri semakin parah
  • Bisul tampak tumbuh lebih banyak
  • Terdapat murmur jantung, memiliki penyakit terkait menurunnya sistem kekebalan tubuh (seperti sedang menjalani kemoterapi atau terapi kortikosteroid)

Bisul, seperti yang telah dijelaskan diawal merupakan infeksi yang dapat muncul pada folikel rambut maupun kelenjar minyak. Perjalanan penyakit bisul dimulai dengan kulit yang berubah warna menjadi kemerahan di sekitar daerah infeksi, dan munculnya gumpalan atau bongkahan dengan konsistensi yang lunak.

Setelah 4 – 7 hari, bongkahan tersebut mulai membentuk warna putih pada ujung bongkahan yang menandakan bahwa di dalamnya terdapat nanah. Tempat yang paling umum untuk bisul muncul adalah pada wajah, leher, ketiak, bahu, dan pantat.

Beberapa kasus muncul pada kelopak mata yang biasa disebut hordeolum eksternal maupun internal, atau kalazion. Apabila bisul berkumpul dalam satu lokasi kulit, infeksi memasuki fase yang lebih serius, disebut dengan karbunkel yang berupa kumpulan dari beberapa bongkahan bisul.

Prognosis bisul:

Prognosis bisul sangat baik apabila di tatalaksana dengan cara yang benar. Komplikasi merupakan hal yang jarang terjadi, namun masih memungkinkan ketika terjadi penyebaran infeksi.

Infeksi sekunder dapat terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam, disebut dengan selulitis. Infeksi sekunder lain yang dapat muncul namun jarang terjadi adalah impetigo, arthritis septik (infeksi pada sendi), osteomyelitis (infeksi pada tulang), endocarditis (infeksi pada jantung), septikemia ( infeksi pada darah), atau abses otak.

Perbedaan furunkel dan karbunkel:

  • Karbunkel terdiri dari beberapa furunkel atau bisul
  • Furunkel dan karbunkel keduanya merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus
  • Furunkel dan karbunkel dapat tumbuh di bebagai tempat di tubuh manusia
  • Furunkel paling umum ditemukan di wajah, leher, ketiak, pantat dan paha, sedangkan karbunkel lebih umum ditemukan di punggung dan di leher
  • Karbunkel menyebabkan infeksi yang lebih dalam dan lebih parah dibandingkan furunkel
  • Gejala karbunkel lebih parah dibandingkan gejala yang mungkin timbul pada furunkel
  • Gejala pada furunkel secara umum umumnya dapat dilihat di kulit atau eksternal, sedangkan karbunkel dapat menyebabkan gejala internal seperti demam, flu, dan gejala lainnya
  • Bisul juga dapat menimbulkan demam jika kondisi infeksi cukup buruk, namun demam lebih sering muncul pada karbunkel