Mengenal Penyakit Gerd atau Asam Lambung Lebih Dekat

Mengenal Penyakit Gerd atau Asam Lambung Lebih Dekat – Pernahkan Anda mendengar penyakit GERD? Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang lumayan sering diderita oleh banyak orang namun masih belum banyak orang yang tau apa itu GERD. Sejatinya penyakit GERD lebih dikenal dengan nama Asam Lambung. Penyakit GERD atau Asam Lambung merupakan penyakit yang diderita oleh siapapun, mulai dari usia anak-anak sampai usia lansia.

Apa itu Penyakit GERD atau Asam Lambung ?

Mengenal Penyakit Gerd

Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan salah satu jenis gangguan pencernaan yang dialami banyak orang. GERD terjadi ketika adanya reflux di dalam lambung. Reflux adalah suatu kondisi di mana asam lambung keluar karena adanya kebocoran. Asam lambung kemudian naik ke arah kerongkongan. Asam lambung yang naik ke arah kerongkongan sangat berpotensi mengikis dan mengiritasi dinding kerongkongan.

Jika hal tersebut terjadi, penderita akan merasakan asam di mulutnya serta rasa nyeri dan panas yang menyakitkan di area dada. Sebenarnya, GERD merupakan suatu kondisi yang umum terjadi. Setiap orang pasti akan memproduksi asam lambung. Asam lambung berguna untuk melancarkan proses pencernaan makanan yang ada di dalam lambung. Ketika ada makanan yang masuk ke dalam lambung, lambung kita akan memproduksi lebih banyak asam lambung.

Kenaikan asam lambung biasanya terjadi dalam rentang waktu 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Meskipun kondisi naiknya asam lambung terbilang normal, namun jika terjadi reflux maka seseorang dikatakan menderita GERD ringan. Seseorang yang menderita GERD ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika GERD sudah memasuki tahap yang parah, seseorang perlu datang ke dokter untuk membuat efek yang ditimbulkan GERD hilang.

Gejala GERD

Gejala GERD adalah terjadi ketika asam lambung yang seharusnya berada di dalam lambung keluar akibat adanya kebocoran. Asam lambung naik ke arah kerongkongan karena katup kerongkongan terbuka. Asam lambung yang telah sampai kerongkongan akan memberikan sensasi terbakar pada dada dan ulu hati.

Biasanya, penderita penyakit GERD atau asam lambung akan mengalami keparahan yang semakin buruk ketika penderita selesai makan. Secara alami, lambung akan memproduksi lebih banyak asam lambung sehingga sensasi terbakar akan semakin menyebar setelah adanya kebocoran asam lambung.

Secara umum, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit GERD atau asam lambung adalah sebagai berikut

  • Penderita akan merasakan adanya rasa aneh di dalam tenggorokan. Penderita akan merasakan adanya makanan di dalam tenggorokan yang tersangkut kemudian disertai dengan cegukan.
  • Penderita akan merasakan sensasi panas yang diawali di sekitar dada. Jika penyakit GERD semakin parah, sensasi panas dan terbakar akan menyebar ke beberapa bagian tubuh seperti perut, dada, leher, punggung atau bahkan seluruh tubuh.
  • Asam lambung yang bocor dan merangkak naik ke arah kerongkongan membuat penderita akan merasakan sensasi asam di mulutnya.
  • Naiknya asam lambung ke arah tenggorokan membuat penderita GERD dengan kondisi yang sudah parah akan mengalami kesulitan dalam bernafas.
  • Kesulitan bernafas akan berlanjut hingga batuk kronis disertai nyeri di area dada yang menyakitkan.

Siapa Penderita Penyakit GERD atau Asam Lambung?

Penyakit GERD merupakan gangguan pencernaan yang diderita oleh semua orang. Naiknya asam lambung merupakan hal yang normal karena lambung akan mencerna makanan yang masuk ke dalam lambung kita sehingga lambung akan memproduksi asam lambung guna mencerna makanan. Namun, terdapat orang-orang atau kelompok yang memiliki risiko mengalami asam lambung atau GERD yang tinggi.

Kelompok yang memiliki risiko tinggi tersebut di antaranya adalah orang yang mengalami masalah berat badan atau obesitas, perokok aktif, orang yang sering mengonsumsi alkohol, wanita yang sedang mengandung atau hamil serta orang yang mengalami jaringan ikat atau scleroderma. Kelompok tersebut memiliki risiko penyakit GERD yang tinggi.

Sejatinya, penyakit GERD atau asam lambung merupakan gangguan yang normal dialami banyak orang. Namun, jika Anda termasuk kelompok yang memiliki risiko tinggi, jika Anda mengalami gejala GERD dengan intensitas sering dan bertambah parah, sangat disarankan agar Anda segera mengambil tindakan dengan melakukan konsultasi dengan dokter Anda.

GERD atau asam lambung akan merusak sistem internal tubuh anda. Sangat memungkinkan GERD akan menimbulkan penyakit baru di dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, jika Anda merupakan kelompok rentan dan memiliki risiko tinggi, harus diperhatikan gejalanya dan jangan menundanya sampai GERD menjadi parah.

Mengapa GERD bisa Terjadi?

Seperti yang sudah dijelaskan, kenaikan asam lambung merupakan hal yang normal dialami oleh banyak orang. Naiknya asam lambung merupakan cara alami lambung dalam membantu tubuh melakukan pencernaan terhadap makanan yang kita makan. Lambung akan memproduksi asam lambung lebih banyak agar makanan dapat dicerna dengan baik. Namun, dalam kondisi tertentu, kenaikan asam lambung bisa mengarah pada GERD.

GERD terjadi ketika katup kerongkongan terbuka. Katup kerongkongan atau yang memiliki nama lain sfringer merupakan otot pemisah antara lambung dengan kerongkongan. Sfringer secara alami akan terbuka ketika kita sedang makan sehingga makanan akan mudah masuk ke dalam lambung. Dalam kondisi lambung yang sedang memproduksi asam lambung, sfringer seharusnya mengencangkan otot-ototnya sehingga katup penutup lambung terkunci rapat.

Hal tersebut tidak terjadi pada seseorang yang mengalami GERD sehingga sfringer terbuka. Akibatnya, asam lambung berbalik naik ke atas menuju kerongkongan. Penderita GERD ringan adalah ketika asam lambung yang bergerak ke atas hanya sedikit. Namun, dalam kondisi yang parah, asam lambung yang naik ke arah kerongkongan akan semakin banyak.

Sifat asam lambung yang asam dan korosif membuat kerusakan di dinding sfringer. Kerusakan terus berlanjut ketika asam lambung terus bergerak naik ke atas ke arah kerongkongan. Jika hal tersebut terjadi, asam lambung akan membuat dinding kerongkongan menjadi rusak. Sifat asam lambung yang asam juga membuat timbulnya sensasi panas yang diderita oleh penderita GERD.

Umumnya, sensasi panas tersebut akan muncul di sekitar dada. Namun, asam lambung akan terus bergerak mengikuti celah yang ada sehingga kerusakan akan lebih besar lagi di daerah yang dilaluinya. Selain itu, sementara asam lambung terus bergerak, sensasi panas juga akan meluas, tidak hanya di sekitar dada, namun juga pada leher, punggung, perut bahkan seluruh tubuh.

Faktor yang Membuat GERD terjadi

Kita sudah mengetahui bahwa ada kelompok yang memiliki risiko menderita GERD lebih tinggi, yaitu orang yang mengalami masalah berat badan, perokok aktif, orang yang sering minum alkohol, wanita hamil dan penderita jaringan ikat. Meskipun GERD ringan akan dialami oleh semua orang, namun terdapat beberapa pemicu yang membuat GERD dapat menyerang seseorang lebih sering. Pemicu tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Orang yang makan makanan dalam jumlah porsi yang sangat banyak. Semakin banyak makanan yang Anda makan, maka akan semakin banyak pula asam lambung yang diproduksi. Banyaknya makanan yang dikonsumsi dalam waktu singkat berkorelasi dengan jumlah asam lambung yang diproduksi oleh lambung kita.
  • Kegiatan merokok merupakan salah satu pemicu terbesar terjadinya GERD pada seseorang, baik perokok aktif maupun perokok pasif.
  • Anda makan makanan yang memiliki faktor atau pemicu naiknya asam lambung seperti makanan berminyak, makanan pedas dan makanan yang asam.
  • Jika anda makan makanan yang berdekatan dengan jam tidur anda, maka GERD akan sangat berpotensi terjadi. Ketika anda tidur tidak lama setelah anda makan, lambung akan secara alami memproduksi asam lambung. Posisi anda tidur sangat memungkinkan sfringer menjadi terbuka sehingga cairan asam lambung akan bergerak ke atas melewati otot sfringer yang terbuka dan bergerak terus menuju kerongkongan. Tidak jarang, seseorang yang tidur setelah makan akan merasakan sensasi terbakar di dadanya setelah dia bangun tidur.
  • Mengonsumsi teh atau kopi juga merupakan salah satu pemicu timbulnya GERD. Sifat teh dan kopi yang asam akan membuat lambung memproduksi asam lambung lebih banyak. Hal ini akan diperparah jika otot sfringer terbuka.
  • Orang yang mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen. Obat-obatan tersebut memiliki dampak lambung memproduksi asam lambung lebih banyak.

Apakah GERD bisa Disembuhkan?

Seperti yang sudah kita ketahui, GERD merupakan gangguan alami yang diderita banyak orang. Secara alami, semua orang akan mengalami GERD. Sebagai penyakit atau gangguan alami, sudah pasti GERD akan dapat sembuh dengan sendirinya jika dalam kondisi normal.

Namun, jika seseorang mengalami GERD dalam intensitas yang cukup sering dan dampak yang ditimbulkan cukup parah, sudah waktunya penderita untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

Jika Anda termasuk salah satu penderita yang mengalami GERD dengan tingkatan cukup parah, dokter akan melakukan beberapa prosedur pengobatan terhadap tubuh Anda.

Prosedur Pengobatan Penyakit GERD

Prosedur pengobatan tersebut hanya dapat dilakukan setelah dokter melakukan pemeriksaan terhadap tubuh anda. Setelah melakukan pemeriksaan dan dokter mendiagnosa bahwa anda mengalami GERD parah, dokter akan melakukan beberapa prosedur guna meringankan efek GERD. Beberapa prosedur yang akan dilakukan oleh dokter adalah sebagai berikut:

Endoskopi

Prosedur ini dilakukan oleh dokter setelah mengetahui bahwa anda menderita GERD akut. Dokter akan memasukan sebuah alat berbentuk tabung yang fleksibel di mana di dalam tabung tersebut disertai sebuah kamera. Dokter melakukan prosedur endoskopi agar dapat mengambil sampel jaringan biopsi. Selain itu, dokter melakukan endoskopi agar mengetahui kondisi barrett esophagus di dalam tubuh anda.

PH Esophagus

Prosedur lainnya yang akan dilakukan oleh dokter adalah dengan PH Esophagus. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukan monitor kecil ke dalam kerongkongan. Kegunaan prosedur ini adalah untuk mengetahui apakah asam lambung berhasil mencapai batas kerongkongan atau tidak. Jika asam lambung berhasil masuk ke area kerongkongan, dokter akan mengambil tindakan lebih lanjut.

Esophageal Manometry

Prosedur ini dilakukan oleh dokter dengan tujuan agar dokter mengetahui seberapa kuat otot sfringer anda. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukan monitor kecil ke dalam kerongkongan menuju sfringer. Monitor didekatkan sedekat mungkin dengan sfringer guna mengetahui seberapa besar kekuatan otot sfringer. Otot sfringer yang lemah akan berpotensi terjadinya GERD yang lebih parah.

Sinar X Ray

Prosedur selanjutnya yang akan digunakan dokter adalah dengan menggunakan sinar X Ray. Sinar X ray akan mengambil citra gambar secara menyeluruh mulai dari lambung, kerongkongan, dada, dan lainnya.

Jenis Obat Penderita GERD

Gangguan GERD merupakan gangguan alami. Jika seseorang menderita GERD ringan, penderita bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah. Jika anda menderita GERD ringan, beberapa hal yang bisa anda lakukan di rumah adalah dengan cara mengubah gaya hidup anda. Mulailah dengan banyak makan makanan bergizi seperti sayur, buah dan makanan bergizi lainnya yang masuk ke dalam kategori empat sehat lima sempurna.

Jangan tidur setelah makan. Berilah jeda dua sampai tiga jam setelah anda makan jika anda ingin tidur. Selanjutnya, ketika anda tidur, posisikan kepala anda pada posisi yang lebih tinggi dari badan anda. Gunakan bantal yang dapat menyokong posisi kepala anda lebih tinggi dari tubuh anda. Hal ini perlu dilakukan guna asam lambung tidak bergerak ke atas. Ketika anda tidur, otot sfringer akan melemah sehingga sangat memungkinkan asam lambung bergerak ke atas selama anda tidur. Selanjutnya, untuk mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan oleh naiknya asam lambung dan menghentikan lambung untuk memproduksi asam lambung untuk sementara, anda bisa mengonsumsi obat maag. Obat maag memiliki khasiat mengurangi asam lambung yang berlebih.

Jika efek yang ditimbulkan GERD semakin parah, anda bisa mengonsumsi beberapa jenis obat yang direkomendasikan oleh para dokter mengenai pengurangan efek GERD. Jenis-jenis obat tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

Obat yang Mengandung Antasida.

Antasida memiliki fungsi untuk menetralisir asam lambung agar sifat asamnya tidak semakin menimbulkan kerusakan bagi tubuh. Jenis obat yang mengandung antasida banyak dijual bebas, seperti misalnya Mylanta.

Sebelum anda mengonsumsi antasida, jangan lupa untuk melihat resep di dalam kemasan obat. Jika adna masih ragu, jangan sungkan untuk bertanya kepada petugas apotek.

Obat Pengurang Jumlah Asam Lambung.

Selain antasida, anda juga bisa mengonsumsi obat yang berfungsi mengurangi jumlah asam lambung. Obat-obatan yang memiliki fungsi mengurangi jumlah asam lambung di antaranya adalah obat cimetidine (Tagamet HB), famotidie (Pepcid AC), nezatidin (Naxid AR), ranitidine (Zantac).

Jika Anda bingung mengenai jenis obat mana yang tepat untuk mengurangi jumlah asam lambung, konsultasikan dengan petugas apotek. Obat-obatan yang memiliki fungsi mengurangi jumlah asam lambung memiliki durasi sampai 12 jam secara rata-rata untuk mengurangi produksi asam lambung oleh lambung.

Obat yang mampu menghentikan produksi asam lambung.

Obat jenis ini dapat ditemukan pada obat PPI (obat penghambat pompa proton). Perlu anda ketahui bahwa obat jenis ini selain memiliki fungsi menghentikan produksi asam lambung, obat ini juga memiliki fungsi menyembuhkan kerongkongan yang mengalami kerusakan akibat asam lambung yang bergerak naik ke arah kerongkongan. Selain itu, obat jenis ini banyak dipilih oleh penderita GERD tingkat sedang karena dapat menyembuhkan GERD dalam waktu yang relatif singkat.

Demikian penjelasan mengenai penyakit GERD atau asam lambung. Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa penyakit GERD atau asam lambung merupakan suatu penyakit yang alami terjadi. Penyakit ini normal dialami oleh banyak orang sehingga GERD bukanlah suatu penyakit yang perlu penanganan khusus.

Namun, dalam kondisi tertentu, GERD akan menjadi suatu ancaman yang berbahaya bagi tubuh Anda jika semakin parah. Kerusakan anggota tubuh internal akan sangat berpotensi terjadi jika penanganan khusus tidak segera dilakukan. Untuk itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mengubah pola hidup anda. Mulailah mengonsumsi makanan yang dapat mencegah produksi asam lambung secara berlebih. Terlebih lagi, atur jarak antara waktu makan dan tidur anda.