Keputihan Saat Hamil Tua

Keputihan Saat Hamil Tua

Keputihan merupakan reaksi alami organ reproduksi wanita saat mengeluarkan cairan lendir berwarna putih melalui vagina bersamaan dengan keluarnya bakteri atau jamur yang ada disana. Setiap wanita sudah pasti pernah mengalami keputihan, baik keputihan saat sebelum menstruasi maupun keputihan disaat kehamilan. Rasa gatal menjadi sebab penting mengapa keputihan menimbulkan ketidaknyamanan di area vagina. Oleh sebab itu, banyak wanita yang kemudian mencoba untuk menghilangkan keputihan tersebut.

atasi keputihan saat hamil tua
atasi keputihan saat hamil tua

Ditinjau dari ilmu medis, keputihan merupakan hal yang normal. Dalam reaksi alami tersebut justru terkandung manfaat yang besar yakni mengeluarkan segala bakteri. Meski begitu tidak menutup kemungkinan bahwa keputihan terjadi secara abnormal. Keputihan yang terjadi secara abnormal biasanya ditandai dengan perubahan jumlah lendir, warna hingga bau. Lantas, bagaimana ketika keputihan dialami saat masa kehamilan sudah lebih dari 8 bulan atau kehamilan usia tua? Berikut ulasannya.

Perbedaan Keputihan Normal dan Abnormal Saat Hamil Tua

Keputihan yang terjadi pada wanita hamil terdiri dari dua macam. Pertama, adalah keputihan yang bersifat normal dan keputihan abnormal. Untuk membedakan kedua jenis keputihan yang dialami wanita hamil usia tua tersebut, simak uraian berikut ini.

Keputihan Normal Saat Hamil Tua

Normalnya, keputihan akan dialami juga oleh wanita yang sudah hamil tua (antara 8,5-9 bulan). Secara umum, tidak ada yang berbeda dari keputihan saat belum hamil dan pada kehamilan usia tua. Keputihan yang normal ditandai dengan tidak adanya perubahan warna yakni warna lendir bening serta tekstur lebih berair. Selama hamil, warna bening pada lendir bisa berubah menjadi kekuningan yang biasanya terjadi pada kondisi hamil. Nah, pada ibu hamil keputihan juga akan meningkat jumlahnya sehingga disarankan untuk tetap menggunakan panty liner atau pad.

Penyebab keputihan semakin mengalami peningkatan volume pada masa kehamilan adalah produksi estrogen yang semakin berlimpah. Selain itu, kondisi di dalam serviks dan dinding vagina juga semakin lembut serta menyebabkan meningkatnya aliran darah di sekitar area vagina. Keputihan saat kehamilan di usia tua ini juga merupakan tanda bahwa persalinan harus segera dipersiapkan. Mengapa demikian?

Penyebab lain keputihan yang terjadi saat hamil tua adalah kepala janin yang menekan serviks. Hal ini bisa menimbulkan perubahan pada tekstur lendir keputihan yang bisa tampak seperti putih telur atau dahak saat terserang flu. Selama keputihan tersebut tidak berbau, hal ini bisa diartikan sebagai keputihan yang normal pada ibu hamil.

Keputihan Abnormal Saat Hamil Tua

Keputihan pada masa kehamilan tua biasanya masih terlihat normal hingga trimester terakhir. Keputihan dikatakan tidak normal apabila terdapat perubahan bau, warna , serta tekstur dari lendir yang keluar dari vagina. Lendir yang abnormal ini bisa dikarenakan berbagai faktor, antara lain:

  • Gonore, yaitu penyakit seksual yang juga ditandai dengan keputihan berwarna kuning, merah, hingga pembengkakan alat kelamin dan gatal di area vagina.
  • Infeksi jamur di dalam vagina ditandai dengan keputihan dengan tekstur tebal seperti keju, nyeri saat berhubungan seksual, dan rasa gatal sekitar vagina.
  • Klamidia adalah infeksi pada organ intim wanita yang biasanya tidak ditandai dengan keputihan, tapi bagi beberapa orang peningkatan keputihan juga dialami.
  • Vaginosis bakteri ditandai dengan keputihan yang berwarna terang atau putih keabu-abuan yang juga berbau busuk.
  • Trichomonas, infeksi ini ditandai dengan keputihan berwarna kuning-kehijauan dengan bau yang sangat tajam.

Akibat Keputihan Saat Hamil Tua

Keputihan disaat masa kehamilan bisa mengakibatkan beberapa hal terkait dengan kondisi ibu dan janin di dalam kandungan. Berikut adalah hal-hal yang kemungkinan terjadi bila keputihan dialami ketika hamil tua,

1. Persalinan Sebelum Hari Perkiraan Lahir

Keputihan yang terjadi ketika hamil juga bisa menjadi pemicu kelahiran sebelum waktunya atau lebih awal dibandingkan HPL. Inilah yang meningkatkan risiko bayi lahir premature. Keputihan ditandai dengan cairan berbau amis dan disertai pendarahan yang juga bisa menjadi akibat dari infeksi jamur Chlamydia yang terjadi saat berhubungan seksual.

2. Ketuban Pecah

Biasanya, cairan ketuban baru akan pecah menjelang persalinan antara minggu ke 37 hingga 42. Akan tetapi, bila kurang dari waktu tersebut bisa diperkirakan sebagai tanda infeksi bakteri di area vagina. Kondisi ini bisa dilihat dari cairan keputihan yang berbau dan menyebabkan gatal di sekitar vagina.

3. Epilepsi Pada Bayi

Jamur candida sp. bisa menjadi penyebab infeksi pada area vagina. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur tersebut ditandai dengan tekstur kental, keruh, berbau amis, serta agak menggumpal. Jika infeksi dibiarkan terus-menerus maka jamur bisa masuk ke aliran darah menuju rahim yang kemungkinan besar bisa menyebabkan epilepsi pada calon bayi.

4. Nyeri Pada Organ Intim

Bau tidak sedap yang terjadi pada lendir keputihan juga bisa dikarenakan infeksi parasit di area vagina. Selain ditandai dengan keputihan biasanya rasa nyeri hebat akan terasa pada bagian organ intim.

5. Gangguan Syaraf Mata Bayi

Keputihan yang ternyata dikarenakan penyakit Gonore juga bisa menyebabkan kelainan pada janin saat lahir. Kelainan tersebut berupa gangguan penglihatan hingga kebutaan.

6. Keguguran

Keputihan yang disebabkan karena virus Herpes juga bisa memicu keputihan dalam jumlah yang berlebihan. Inilah yang kemungkinan besar menyebabkan cacat janin bahkan bisa juga mengakibatkan keguguran, kerusakan syaraf mata janin, penurunan cairan ketuban, radang otak janin, dan penurunan berat badan si janin.

7. Gangguan Sistem Pernapasan Bayi

Keputihan yang ternyata disinyalir karena infeksi virus HPV bisa menyebabkan kanker serviks pada wanita hamil. Selain itu, gangguan ini juga bisa meningkatkan risiko bayi yang lahir dengan gangguan pencernaan atau sistem pernapasan tidak normal.

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil Tua

Cara terbaik untuk mengatasi keputihan adalah melakukan tindakan perawatan dan menjaga kebersihan daerah vagina. Beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi keputihan patologis atau tidak wajar saat kehamilan tua diantaranya adalah,

  • Dengan membersihkan daerah kewanitaan setiap selesai buang air, hindari penggunaan sabun berlebihan karena pH yang tidak sesuai. Gunakan air mengalir setiap membersihkan area tersebut.
  • Mengganti celana dalam secara rutin setiap dua kali sehari
  • Menggunakan celana berbahan longgar dan tidak ketat selama masa kehamilan
  • Menjaga pola makan dan hindari stres berlebihan
  • Bila perlu bersihkan vagina dengan air daun sirih hangat
  • Memeriksakan diri ke dokter bila ternyata keputihan yang dialami tergolong sebagai keputihan abnormal.

Keputihan saat hamil tua umumnya dianggap normal bila tidak muncul dengan gangguan atau perubahan tertentu seperti yang telah disinggung pada ulasan singkat sebelumnya. Akan tetapi, jika yang terjadi sebaliknya atau keputihan abnormal, maka diharapkan untuk segera diatasi dengan membawanya untuk perawatan medis. Keputihan abnormal yang terjadi saat masa kehamilan tua tidak bisa dianggap sebagai masalah sepele dan harus segera mendapat penanganan agar tidak terjadi hal buruk pada ibu dan janin.

Demikian artikel informatif tentang keputihan saat hamil tua, penyebab serta risiko yang bisa diakibatkan dari keputihan tersebut. semoga bermanfaat!