Buah penambah darah

Buah penambah darah

Komponen darah terdiri dari plasma (berbentuk cairan) dan sel – sel darah yang bersirkulasi / mengalir ke seluruh bagian tubuh. Darah merupakan bagian paling penting pada tubuh manusia karena darah mengalir membawa oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Buah penambah darah
Buah penambah darah

Komponen sel darah terdiri dari sel darah putih yang memerangi benda asing, platelet atau trombosit yang membantu proses pembekuan darah, dan sel darah merah berbentuk binconcave tanpa inti yang memiliki pigmen hemoglobin, yang memberi warna merah pada darah, dan mengangkut oksigen dan karbon dioksida ke dan dari jaringan.

Hemoglobin merupakan metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung zat besi, sehingga zat besi merupakan komponen penting yang harus dicukupi oleh manusia untuk terus mempertahankan jumlah hemoglobin yang cukup agar terhindar dari penyakit kurang darah.

Besi merupakan mineral esensial yang berguna untuk membawa oksigen ke seluruh bagian dari tubuh manusia. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan penyakit anemia dengan gejala umum yang tampak adalah kelelahan atau kelemahan, sampai defisiensi kronis zat besi dapat menyebabkan gagal organ.

buah penambah hb
buah penambah hb

Sebaliknya, terlalu banyak atau kelebihan zat besi di tubuh juga berbahaya karena zat besi yang berlebih akan menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak sistem metabolisme tubuh serta dapat menyumbangkan kerusakan pada organ – organ seperti jantung dan hati. Kelebihan zat besi yang bersumber dari sayuran dan buah – buahan jarang terjadi, kelebihan zat besi biasanya didapat dari mengonsumsi suplemen zat besi tambahan.

Penyakit kurang darah atau dalam bahasa medis disebut anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah cukup ke perifer. Anemia merupakan masalah medis yang paling sering dijumpai di klinik di seluruh dunia. Diperkirakan > 30 % penduduk dunia menderita anemia dan sebagian besar di daerah tropis (termasuk Indonesia).

Sebelum memastikan diagnosis, beberapa langkah berikut perlu dilakukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosis anemia:
1. Anamnesis (wawancara medis yang dapat dilakukan langsung dengan pasien atau yang membawa pasien ke klinik). Pasien datang dengan keluhan meliputi :

  • Lemah
  • Lesu
  • Lelah
  • Letih
  • Penglihatan berkunang – kunang
  • Pusing
  • Telinga berdenging
  • Penurunan konsentrasi
  • Sesak nafas

2. Faktor risiko anemia adalah

  • Ibu hamil
  • Remaja putri (khususnya saat menstruasi)
  • Status gizi kurang
  • Faktor ekonomi kurang
  • Infeksi kronik
  • Vegetarian

3. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana

  • Pemeriksaan fisik tampak gejala umum berupa pucat yang dapat dinilai dari konjungtiva, mukosa mulut, telapak tangan, dan jaringan di bawah kuku
  • Gejala anemia defisiensi besi (kekurangan zat besi) dapat berupa disfagia (tidak nafsu makan), atrofi papil lidah, stomatitis angularis (perlukaan yang biasanya terlihat di sudut bibir), koilonikia (bentuk kuku seperti kuku sendok).

4. Pemeriksaan penunjang

  • Pemeriksaan darah: hemoglobin (Hb), hematokrit, leukosit, trombosit, jumlah eritrosit, morfologi darah tepi (apusan darah tepi), MCV, MCH, MCHC, feses rutin, dan urin rutin
  • Pemeriksaan khusus berupa: serum iron, TIBC, saturasi transferin, dan feritin serum

Penegakan diagnosis penyakit anemia (kekurangan darah):

Anemia merupakan suatu sindrom (kumpulan gejala) yang dapat disebabkan karena adanya penyakit yang mendasari.

Nilai kadar hemoglobin normal menurut World Health Organization (WHO):

Laki- laki: > 13 g/dlPerempuan: >12 g/dlPerempuan hamil : >11 g/dl Untuk memberikan terapi bagi pasien dengan gejala kekurangan darah ( anemia), dokter biasanya akan meresepkan suplemen penambah zat besi. Selain dari suplemen penambah zat besi, sumber bahan makanan yang paling kaay akan zat besi adalah daging, oleh karena itu para vegetarian (hanya mengonsumsi sayuran) rentan untuk terkena penyakit anemia. Berikut buah – buahan yang dapat dikonsumsi sebagai sumber buahan yang kaya akan zat besi untuk menambah darah.

Buah – buahan Kandungan zat besi per 100 g
1. tomat yang sudah agak kering9.1 mg
2. buah aprikot6.3 mg
3. kismis3 mg
4. buah kesemek2.5 mg
5. buah mulbery mentah1.7 mg
6. buah kurma1 mg
7. Kismis kering1 mg
8. buah plum0.9 mg
9. Delima0.3 mg
10. Semangka0.2 mg

Penjelasan singkat terkait dari beberapa contoh buah di atas:

  1. Buah tomat yang kering karena matahariRekomendasi untuk dikonsumsi sehari – hari pada orang dewasa adalah 18 mh (anak – anak: 10 mg). Dengan jumlah tersebut dapat mencukupi 50 % dari kebutuhan besi per hari. Sebenarnya segala bentuk tomat baik kering, basah, maupun tomat dalam kalengan tetap mengandung zat besi yang tinggi. Selain itu tomat juga berperan sebagai antioksidan karena kandungan lycopene nya sehingga memberikan efek kulit yang indah serta organ tubuh yang sehat.
  2. Kismis sangat bermanfaat bagi pasien diabetes. Selain itu kismis juga mengandung tinggi zat besi sehingga baik dikonsumsi bagi pasien anemia. Kismis dapat dikonsumsi langsung atau ditambahkan sebagai desert pada puding maupun oatmeal sebagai sarapan sehat di pagi hari.
  3. Kurma merupakan buah – buahan simbol dari negara arab saudi. Buah kurma merupakan buah yang sehat karena kandungannya yang bebas kolesterol dana rendah lemak. Kurma direkomendasikan untuk wanita hamil untuk dapat memberikan stamina dan kekuatan bagi ibu hamil karena kaya akan kandungan nutrisi di dalamnya. Kurma juga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi agar jumlah hemoglobin dalam darah meningkat. Penting diperhatikan bahwa kurma tidak terlalu baik dikonsumsi oleh pasien diabetes karena kandungan gula di dalam buah ini tergolong tinggi.4.      Buah plum    Buah plum  tampilan luarnya berwarna hitam dan berbintik – bintik. Buah plum selain mengandung zat besi yang tinggi, juga merupakan buah yang kaya serat pada buah plum yang kering. Nikmati buah plum dengan cara dimakan langsung atau ditambahkan pada jus buah lainnya (tidak dianjurkan mencampurkan buah plum dengan menggunakan air putih)
  4. Buah delima, Di berbagai negara lain, delima merupakan satu – satunya buahan yang dianjurkan untuk segala macam bentuk penyakit yang berhubungan dengan darah, termasuk anemia defisiensi besi. Selain itu, delima juga dapat meningkatkan kesuburan serta memberikan efek menguntungkan untuk jantung dan pembuluh darah. Delima membantu melawan penyakit depresi, delima dapat dinikmati setiap hari walaupun oleh orang yang tidak mengalami anemia sekalipun.
  5. Semangka merupakan salah satu buah dengan kandungan air yang sangat banyak ( sekitar 90 %). Namun bukan berarti semangka tidak mengandung nutrisi, semangka kaya akan nutrisi termasuk zat besi, dan vitamin C yang dapat membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih efektif. Kebanyakan dokter selain meresepkan zat besi, juga meresepkan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi ke dalam tubuh.